Hubungan Bakal Terus Kandas, Jika Bung Bersikeras Mementingkan Diri Sendiri

Posted by Ganas003 on 16.55 in

Namanya membangun korelasi bukanlah dari satu pihak saja. Kalau hanya satu pihak yang berupaya membangun hubungan, lebih baik sudahi saja. Karena nantinya bakal banyak problem yang menanti. Laki-laki biasanya mempunyai ego yang sangat tinggi dalam merangkai hubungan, dan kerap mementingkan diri sendiri, ya ‘kan Bung? Tentu dalam hubungan, Bung tak mau hanya sebatas perkenalan, pacaran kemudian putus, ‘kan? Otomatis Bung mempunyai harapan untuk membawa korelasi hingga ke masa depan.


Tak usah muluk-muluk memandang korelasi hingga ke masa depan bila Bung  mempunyai ego tinggi. Coba tanyakan kepada pasangan, sebarapa egois Bung dalam hubungan? Kalau ia menjawab iya dan diikuti alasan panjang lebar dengan segala kasus yang dijabarkan. Hmmm, Bung sudah tahu ‘kan betapa egoisnya dirimu. Tak heran bila korelasi juga berasa hambar. Selain itu, masih ada beberapa sifat lagi yang biasanya tak disadari oleh Bung dan sanggup berimbas fatal ketika berhubungan.


Bung Membiarkan Si Nona Menghadapi Masalahnya Sendiri, Apa pun Alasannya


Namanya membangun korelasi bukanlah dari satu pihak saja Hubungan Bakal Terus Kandas, bila Bung Bersikeras Mementingkan Diri Sendiri


Ketika si nona menghadapi sebuah masalah, tentu ia berharap Bung ada didekatnya untuk memperlihatkan suntikan moral dan dukungan. Karena ia pikir, Bung yakni orang yang paling dekat, dan bisa menjadi rujukan harapan apabila problem ini berkembang ke arah yang tidak mengenakkan.


Namun, hal yang Bung lakukan malah sebaliknya, Bung terlalu sibuk dengan dunia sendiri. Kala si nona meminta bantuan, Bung malah beralasan tak mau membantu untuk membuatnya mandiri. Padahal yang si nona butuhkan hanyalah sekedar dukungan.


Bung Tidak Mau Bergabung dengan Lingkungan Si Nona, Begitu pula Sebaliknya


Namanya membangun korelasi bukanlah dari satu pihak saja Hubungan Bakal Terus Kandas, bila Bung Bersikeras Mementingkan Diri Sendiri


Sebenarnya sudah menjadi salah satu kebiasaan yang baik bila saling mengenalkan pasangan ke lingkungan terdekatmu. Setidaknya, semoga lingkungan Bung mengenal ibarat apa pasanganmu. Lingkungan disini bisa sahabat dan juga keluarga


Tapi entah apa alasannya Bung selalu menolak keinginan si nona untuk memasuki duniamu. Saat si nona mengajak untuk bermain ke lingkungannya, Bung pun selalu menolak dengan aneka macam macam alasan. Salah satu alasan Bung menolak biasanya alasannya yakni Bung merasa waktunya belum sempurna untuk bertatap muka dengan keluarganya, atau merasa tidak nyambung dengan pertemanan si nona. Kalau pembatasan ibarat ini terjadi, tentu sulit untuk mengharapkan korelasi terus berjalan.


Terkadang, Bung juga Meminta Apa yang Sulit bagi Si Nona


Namanya membangun korelasi bukanlah dari satu pihak saja Hubungan Bakal Terus Kandas, bila Bung Bersikeras Mementingkan Diri Sendiri


Secara sadar Bung terkadang meminta si nona untuk berubah ibarat apa yang Bung mau dengan dalih cinta. Bagi si nona, bersama-sama hal yang Bung lakukan itu sudah melewati batas kemampuannya, tapi ia masih berusaha untuk memenuhi apa seruan Bung. Terutama dari segi fisik, Bung seolah menjadi pemerhati fisiknya dengan selalu meminta si nona merubah penampilan dan gaya rambut demi menyesuaikan dengan selera, Bung. Padahal si nona tak pernah berbalik meminta Bung untuk merubah apa yang sudah menempel di fisik, Bung.


Bung Selalu Asyik dengan Dunia Sendiri


Namanya membangun korelasi bukanlah dari satu pihak saja Hubungan Bakal Terus Kandas, bila Bung Bersikeras Mementingkan Diri Sendiri


Kepentingan berdua terperinci lebih penting daripada kepentingan pribadi, bukankah itu menjadi aturan apabila Bung dan si nona saling berhubungan, ‘kan? Hubungan sanggup berjalan apabila Bung dan si nona selalu menyayangi satu sama lain dan juga paham bagaimana cara meluangkan waktu.


Namun, kenyataannya Bung kerap sulit meluangkan waktu untuk si nona. Bung selalu asyik dengan games hingga merasa lelah untuk bertemu dengan si nona. Padahal Bung dan si nona tidak bertemu dalam waktu yang usang satu sama lain. Tentu rasa ibarat ini tak bisa Bung pertahankan dikala berhubungan.


Parahnya Lagi, Si Nona Berjuang Sendirian, sementara Bung Hanya Menantikan


Namanya membangun korelasi bukanlah dari satu pihak saja Hubungan Bakal Terus Kandas, bila Bung Bersikeras Mementingkan Diri Sendiri


Ini yakni hal yang sadis apabila korelasi hanya dijalankan oleh satu sisi. Dari sekian sifat yang disebutkan, Bung berada di posisi yang menantikan usaha si nona secara mati-matian untuk membangun hubungan. Seolah si nona yang berjuang, Bung tinggal menantikan hasil perjuangannya.


Padahal harusnya Bung juga berjuang ibarat si nona untuk menjaga korelasi tetap bisa berjalan. Seperti selalu ada dibelakang si nona apabila ada masalah, meluangkan waktu untuk bertemu dengan si nona, hingga mendapatkan si nona apa adanya. Kalau Bung tidak melaksanakan satu hal pun terhadap si nona, sudah dipastikan Bung bakal meyambut korelasi yang tenggelam nantinya