Perjuangan Ginting Bermain Dalam Kondisi Cedera, Membuatnya Banjir Pinjaman Dari Seluruh Dunia

Indonesia memang gagal mendulang medali emas dari cabang olahraga badminton. Tetapi partai simpulan beregu putra yang dimainkan oleh tunggal putra andalan Indonesia, Anthony Ginting, berhasil mengundang decak kagum dan proteksi dari warganet di seluruh dunia.


Perjuangan mati-matian diperlihatkan Ginting dikala menghadapi Shi Yuqi, bermain dalam kondisi cidera sampai tak bisa melangkah dengan baik menciptakan akunnya dibanjiri lebih dari 300 ribu kicauan. Peta persebaran yang dirilis Twitter mengatakan jika proteksi tiba dari seluruh dunia. Salah satunya dari Presiden Joko Widodo yang menonton pribadi pertandingan tersebut dan melihat bagaimana usaha Ginting berusaha mati-matian demi nama Indonesia.








Ketua Pbnu: Nyatakan Bunyi Azan Terlalu Keras Bukan Penistaan Agama

“Mengatakan bunyi azan terlalu keras berdasarkan pendapat aku bukan penistaan agama. Saya berharap penegak aturan tidak menimbulkan delik penodaan agama sebagai instrumen untuk memberangus hak menyatakan pendapat,” ujar Ketua PBNU Bidang Hukum, Ham, dan Perundang-Undangan Robikin Emhas.


Kasus Meiliana mencuat ke permukaan sesudah diringkus dengan kasus penodaan agama sebab mengeluhkan volume bunyi azan yang dinilainya terlalu keras. Dengan kasus itu, Meiliana divonis 18 bulan kurungan di penjara, vonis itu pun disambut tangis olehnya. Di sisi lain, Robikin pun meminta umat muslim harus mendapatkan bentuk kritikan.


“Saya tidak melihat ungkapan ‘suara azan terlalu keras’ sebagai verbal kebencian atau perilaku permusuhan terhadap golongan atau agama tertentu. Sebagai muslim, pendapat ibarat itu sewajarnya kita tempatkan sebagai kritik konstruktif dalam kehidupan masyarakat yang plural,” terang Robikin.


Divonis Bersalah Di Kasus Karhutla, Joko Widodo Olok-Olokan Kasasi

Hakim tinggi pada pengadilan tinggi Palangkaraya memvonis Presiden Joko Widodo dan rekan-rekannya melaksanakan perbuatan melawan aturan di kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jokowi bersama dengan rekannya pun akan dieksekusi untuk segera menciptakan PP kebakaran hutan. Gugatan itu sendiri terdaftar di Pengadilan Negeri Palangkaraya dengan nomor 118/Pdt.G/LH/2016/PN.Plk.


Terdapat tujuh nama yang digugat ialah Presiden Republik Indonesa, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Menteri Pertanian Republik Indonesia, Menteri Agraria dan Tata Ruang Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Gubernur Kalimantan Tengah, dan Dewan Perwakilan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah.


Ketujuh nama yang digugat selaku penanggung jawab dianggap gagal menunjukkan kepastian hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat kepada seluruh rakyat Kalimantan Tengah. Warga butuh kepastian jikalau tahun selanjutnya tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan.


Gugatan pun dikabulkan Pengadilan Negeri Palangkaraya yang memutuskan para tergugat telah melaksanakan perbuatan aturan dan menghukum tergugat I ialah Presiden untuk menerbitkan Peraturan pelaksana dari Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 ihwal Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang penting bagi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, dengan melibatkan tugas serta masyarakat.


Putusan ini pun tidak diterima Jokowi dan para tergugat lainnya, Bung. Justru Jokowi dkk menentukan melaksanakan perlawanan aturan dengan mengajukan kasasi ke MA.


Ritual Khusus Balapan Yang Dijalani Pebalap Kawakan Sebelum Meliuk Di Lintasan

Setiap pebalap tidak hanya bermodalkan skill dan tunggangan saja kala menghadapi sebuah balapan. Percaya atau tidak, pebalap juga mempunyai jadwal khusus sebelum terjun ke lintasan balap. Agenda khusus atau yang sering disebut ritual ini, dilakoni demi menambah dogma diri untuk menjadi yang utama. Mungkin bagi sebagian orang yang mendengarnya, ini hanyalah sebuah sugesti saja tetapi bagi pebalap ini ialah modal penting, ibarat yang dilakukan Valentino Rossi.


Sebelum menjadi juara 5 kali dunia, Rossi ternyata mempunyai ritual khusus semenjak ia masih menjadi rookie  atau kuda hitam. Ritual yang dilakukan The Doctor adalah mengajak berbicara motor tunggangannya, ia melakukannya sambil jongkok di sebelah kendaraanya. Rossi pun bertutur bahwa ritual ini sudah dilakukannya semenjak awal karir. “Kira-kira saya sudah lakukan sekitar 20-30 tahun lalu,” ungkap pebalap yang menggunakan nomor 46 ini.


Selain Rossi masih ada beberapa nama pebalap lain di Moto GP yang juga mempunyai ritual khusus. Seperti apa? Dan siapa sajakah mereka? Simak nih Bung, siapa tahu ada hero Bung.


Tancapkan Bendera dan Mendengarkan Musik yang Disuka


 dan tunggangan saja kala menghadapi sebuah balapan Ritual Khusus Balapan yang Dijalani Pebalap Kawakan Sebelum Meliuk di Lintasan


Mantan rekan satu tim Rossi, Jorge Lorenzo, juga mempunyai ritual unik. Bedanya ia melakoninya usai balapan.


Sebuah bendera bertuliskan ‘Lorenzo’s Land’ selalu ditancapkan di sirkuit tersebut jikalau Lorenzo memenangi balapan yang mengambarkan wilayah kekuasaan Lorenzo. Sedangkan kebiasaan yang ia lakukan sebelum terjun ialah mendengarkan musik.


“Saya lebih menentukan berkonsentrasi biar semua tetap dalam kendali jelang balapan. Biasanya saya melaksanakan pemanasan dan mendengarkan musik yang saya suka,” ucapnya.


“Saya mendengarkan musik sambil memejamkan mata biar tidak mendengarkan suara-suara di sekitar saya sehingga saya sanggup lebih fokus dalam balapan,” imbuhnya.


Menggunakan Celana Dalam Keberuntungan


 dan tunggangan saja kala menghadapi sebuah balapan Ritual Khusus Balapan yang Dijalani Pebalap Kawakan Sebelum Meliuk di Lintasan


Mungkin mendengarkan musik atau mengajak ngobrol benda mati menjadi sesuatu yang masuk akal dilakukan oleh seorang pebalap untuk ritual. Hal yang satu ini mungkin agak asing di telinga, sebetulnya ini sanggup dibilang sebagai jimat dibanding ritual. Kevin Schwantz, selalu menggunakan celana dalam yang dianggapnya sebagai suatu keberuntungan.


Tapi bukan berarti hal itu selalu berjalan sesuai rencana. Lantaran ia pernah mengalami kecelakaan di lintasan ketika mengenakan celana dalam keberuntungan. Saat hal itu terjadi Schwantz membuang celana dalamnya sebab tidak dianggap kembali membawa keberuntungan.


Habiskan Waktu Bersama Keluarga sebelum Lintasan Bergelora


 dan tunggangan saja kala menghadapi sebuah balapan Ritual Khusus Balapan yang Dijalani Pebalap Kawakan Sebelum Meliuk di Lintasan


Menghabiskan waktu bersama keluarga dan sahabat, dijadikan Ben Spies sebagai materi motivasi sekaligus ritual yang membuatnya tampil percaya diri di lintasan. Pebalap dari tim Suzuki ini mempunyai kebiasaan tersendiri dari yang lainnya.


Ia selalu meminta waktu kepada tim untuk tidak mengganggu privasinya ketika bersama keluarga. Sosok ibundanya jadi seseorang yang tak pernah bolos di setiap balapan. Karena sosok ibunya selalu mendukung karir Spies sedari kecil sampai sekarang.


Tingkatkan Konsentrasi dengan Berpose di Atas Kuda Besi


 dan tunggangan saja kala menghadapi sebuah balapan Ritual Khusus Balapan yang Dijalani Pebalap Kawakan Sebelum Meliuk di Lintasan


Ritual ini cukup berbeda dari pebalap lain, Bung. Mungkin ritual ini cukup keren untuk diikuti. Dani Pedrosa mempunyai ritual asing sebelum balapan dengan berpose cool di atas motor. Pedrosa akan duduk dengan hening sampai beberapa menit sebelum balapan, menurutnya dengan cara itu ia sanggup menambahkan buih-buih konsentrasi sebelum balapan.


Bahkan Sampai Mengecek Detak Jantung pun Dijadikan Sebuah Ritual, Lho


 dan tunggangan saja kala menghadapi sebuah balapan Ritual Khusus Balapan yang Dijalani Pebalap Kawakan Sebelum Meliuk di Lintasan


Wajar apabila ada istilah demam panggung atau grogi sebelum terjun ke lintasan. Hal ini didapat karena mempunyai tekanan sebelum terjun ke balapan. Pebalap asal tim Repsol Honda, Marc Marquez pun kerap mengecek detak jantungnya dan hal ini dijadikannya kebiasaan sebelum balapan.


Ritual ini sudah dilakukannya sewaktu belum tampil di MotoGP alias di kelas Moto2 pada 2012 lalu. “Biasanya saya tidak menggunakan itu. Tapi, di tahun 2012 (Moto2), saya mencoba melaksanakan hal itu dengan monitor detak jantung sempurna sebelum balapan.”


“Karena saya merasa tegang. Di monitor sanggup terlihat bahwa saya mempunyai 150 denyut per menit. Dan, selama balapan saya mempunyai rata-rata yang lebih sedikit tinggi,” ujar Marquez.