Di Arab Saudi, Toa Masjid Tak Boleh Bersuara Seenaknya

Posted by Ganas003 on 15.55 in

Mengeluhkan bunyi azan yang terlalu keras ternyata membawa peristiwa alam bagi Meiliana, ia harus menerima eksekusi 18 bulan penjara alasannya dianggap melaksanakan penodaan agama. Di balik soal volume bunyi azan yang jadi polemik, ternyata di beberapa negara muslim penggunaan pengeras bunyi masjid diatur secara khusus semoga tidak mengganggu ketertiban umum.


Arab Saudir contohnya, negara yang menjadi tonggak umat islam ini mempunyai peraturan perihal penggunaan pengeras bunyi masjid. Dilansir dari Arab News, masjid-masjid diperintahkan untuk mematikan pengeras bunyi atau toa eksternal yang ada di luar masjid dan hanya memakai speaker internal.


Pemakaian speaker eksternal di masjid pun hanya boleh dipakai dikala panggilan azan salat lima waktu, salat Jumat, dikala Idul Fitri dan Idul Adha, juga doa meminta hujan. Perintah soal penggunaan speaker eksternal dirilis oleh Kementrian Urusan Agama Islam di Saudi semenjak tahun 2015. Alat echo dan transmutation cutting dihentikan dipasang alasannya ada keluhan dari masjid-masjid sekitar ihwal bunyi yang terlalu keras dari speaker eksternal sejumlah masjid. Hingga bunyi yang terlalu keras dari banyak sekali masjid berbeda pada dikala bersamaan, dilaporkan sanggup memicu gangguan.


Untuk memastikan peraturan ini dilaksanakan di beberapa Masjid, Kementrian Urusan Agama Islam Saudi pun memerintahkan sejumlah pekerja lapangan untuk melaksanakan kunjungan secara rutin ke beberapa masjid, guna memastikan imam dan penceramah mematuhi hukum baru.