Minyak Khas Karo Menciptakan Anthony Ginting Tak Lagi Ko

Tiga hari kemudian pebulutangkis putra andalan Indonesia, Anthony Ginting menjadi pahlawan sesudah perlawanan yang heroik dilancarkannya dikala menghadapi China dalam nomor beregu putra. Kram kronis yang dialami Anthony membuatnya harus menyudahi pertandingan sebelum kemenangan ditentukan di set ketiga.


Beberapa hari setelahnya, Anthony berhasil melaju ke babal semifinal dalam nomor perorangan sesudah mengandaskan wakil China, Chen Long. Recovery yang cepat ditengarai berkat obat pijat atau urut khas Karo, Sumatera Utara, derma sang ibunda yang jauh-jauh tiba dari Bandung.


“Saya dengar dari TV katanya Anthony sedang dirawat, saya pribadi tanya ke kakaknya, Anthony dirawat di rumah sakit mana. Eh, ternyata Anthony cuma dirawat di Istora. Saya hingga dikirimkan foto sama kakaknya. Rasanya lega, sudah kondusif keadaannya,” ungkap Lucia sang ibunda dilansir dari Bolasport.com


Setelah sanggup perawatan, kondisi kaki Anthony memang dipastikan baik-baik saja meski sempat didera kram. Hanya dengan istirahat penuh satu hari, ia pribadi dinyatakan sanggup mengikuti pertandingan.


Saya bilang ke Anthony, ‘baluri kakimu pakai minyak, semoga untuk melemaskan otot. Ayo lakukan’. Saya bilang begitu via WhatsApp,” ujar Lucia bercerita.


Awalnya Anthony menolak alasannya ialah wangi minyak tersebut. Namun dikala melihat kondisi kaki Anthony yang mengkilat, sang ibunda tahu bila Anthony sudah membalurkan minyak tersebut. Berkat minyak tersebut, kondisi kakinya lebih baik sesudah diterpa cedera.


Lantaran Rasa Fokus Terdampar, Pesilat Indonesia Minta Ditampar

Langkah Hanifan Yudani Kusumah, pesilat asal Indonesia untuk menuju babak selesai tak mudah, meski ia telah menyingkirkan Adilan Chemaeng asal Thailand di kelas C 55-60 kilogram laki-laki dengan skor telak, 5-0. Awalnya Hanif sapaan akrabnya, mencicipi panik ketika masuk ke arena, pertahanan yang dibangunnya di ronde awal pun gampang goyang.


Sehingga beliau mempunyai ajakan unik disela-sela jeda dan menghampiri pelatihnya, Hanif meminta pipinya ditampar demi hilangkan rasa panik.


“Tadi agak lepas kontrol, panik sedikit. Makanya minta digampar sekeras-kerasnya sama instruktur semoga sadar kembali.” ungkap Hanif.


Terlebih keberadaan keluarga yang mendukung Hanif di pinggir lapangan menciptakan semangatnya kembali bergelora.


“Pokoknya aku selalu lihat mamah terus, jadi ketika aku kendor pribadi inget itu ada mamah didepan aku jadi enggak boleh kendor. Insyaallah besok enggak akan terulang lagi. Satu langkah lagi menuju juara, doakan,” kata Hanif.


Di partai selesai Hanif akan menghadapi Vietnam yang cukup diperhitungkan bakal menyulitkan. Sang instruktur menawarkan ‘wejangan’ dengan meminta Hanif semoga berguru lebih damai dan jangan panik.


Pemerasan Dilakukan Preman Kepada Calon Pasangan Yang Melaksanakan Foto Prewedding

“Saya mau melaksanakan foto prewedding di Kali Besar Tanggal 29 Agustus. Tadi siang fotografer saya cek lokasi. Terus didatangin preman,” ungkap Adiputu Harto.


Adiputu menjelaskan ketika fotografernya datang, para preman menghampiri untuk meminta uang sewa sebesar Rp 500 ribu di daerah yang terbuka untuk umum tersebut. Putu pun mengaku heran dengan kebijakan bayar sewa dalam melaksanakan sesi foto prewedding di kali tersebut. Menurutnya Kawasan Kota Tua dan Kali Besar ialah daerah yang gratis.


“Saya pun kaget, kok malah harus bayar, bukannya kali besar itu daerah wisata gratis untuk umum ya. Preman menyampaikan jikalau mau foto di Kali Besar atau Kota Tua harus bayar. Saya pikir banyak pengunjung daerah tersebut yang selfie atau foto pake kamera digital, boleh aja tuh,” imbuhnya.


Kasus yang dimotori oleh preman juga terjadi di kompleks Ruko Seribu Cengkareng. Polres Jakarta Barat menangkap tujuh preman terkait agresi pemerasan itu. Salah satu warga mengaku dimintai biaya Rp 16 juta – Rp 20 juta yang harus disetorkan kepada preman.


Mereka Yang Menyatakan Ketidaksukaan Terhadap Pep Guardiola Secara Terang-Terangan

Keputusan instruktur dalam memilih taktik dan seni administrasi terkadang jitu bagi kepentingan tim, tetapi belum tentu berdampak baik untuk karier pemain. Banyak pemain yang harus rela duduk anggun di dingklik cadangan, alasannya yakni tak masuk dalam seni administrasi sang pelatih. Pep Guardiola merupakan salah satu instruktur tersukses, yang mulai melatih di tahun 2008 hingga sekarang, 23 trophy sudah dikoleksi oleh instruktur asal Spanyol.


Di jajaran pelatih, nama Pep Guardiola sudah diakui kehebatannya. Namun, ada beberapa pemain yang secara terang-terangan membenci dirinya alasannya yakni beberapa faktor yang membuatnya kehilangan daerah di tim utama. Bahkan secara terang-terangan beberapa pemain ini membencinya. Kira-kira siapa saja mereka, Bung?


Kaya Akan Taktik tapi Tak Handal dalam Berkomunikasi


Keputusan instruktur dalam memilih taktik dan seni administrasi terkadang jitu bagi kepentingan tim Mereka yang Menyatakan Ketidaksukaan terhadap Pep Guardiola secara Terang-terangan


Bek asal Brasil, Dante merupakan pemain andalan di Bayern Munchen sejak didatangkan pada bursa transfer trend panas 2012 dari Borrusia Moenchengladbach. Jupp Heynckes, yang ketika itu menjadi instruktur kepala mengakibatkan Dante pemain andalan sebelum ia digantikan oleh Guardiola.


Selama dua trend Guardiola melatih di tahun 2013 hingga 2015 Dante masih mendapat banyak berkelahi bersama Bayern. Tetapi bek satu ini menyampaikan bila Guardiola merupakan instruktur yang kaya taktik tapi tak handal dalam berkomunikasi.


Tak Dimaksimalkan Membuat Hleb Bertengkar


Keputusan instruktur dalam memilih taktik dan seni administrasi terkadang jitu bagi kepentingan tim Mereka yang Menyatakan Ketidaksukaan terhadap Pep Guardiola secara Terang-terangan


Di Arsenal, Alexander Hleb merupakan salah satu gelandang andalan. Tetapi ketika pindah ke Barcelona di tahun 2008, kekuatan Hleb tidak dimaksimalkan. Hal itu alasannya yakni Hleb tak suka dengan pendekatan seni administrasi yang dilakukan Guardiola, yang sangat mendewakan tiki-taka. Saran yang diberikan kepada Hleb untuk memainkan gaya permainan tiki-taka tidak disenanginya. Lantaran ritme permainan Hleb di Arsenal sangat gemar mendribel bola dalam waktu lama. Sehingga pertengkaran antara Hleb dan Guardiola tidak sanggup dihindari.


Dua Kali Dilatih Guardiola, Dua Kali Terdepak dari Skuat Utama


Keputusan instruktur dalam memilih taktik dan seni administrasi terkadang jitu bagi kepentingan tim Mereka yang Menyatakan Ketidaksukaan terhadap Pep Guardiola secara Terang-terangan


Ironis bagi pemain tengah bertalenta menyerupai Yaya Toure, kala memperkuat Barcelona di tahun 2008-2010 ia meninggalkan Catalunya alasannya yakni tak betah ditangani oleh instruktur menyerupai Guardiola. Membuatnya pindah ke Manchester City, ironisnya, ketika ia berniat menghindari Guardiola, di tahun 2016 Guardiola malah memperkuat Manchester City. Tak banyak berubah sehabis Guardiola pindah ke Manchester City, tugas Yaya Toure tetap tergerus dan ia pun memutuskan untuk meninggalkan Manchester City sebelum kontraknya habis.


Hanya Bersikap Manis di Depan Kamera


Keputusan instruktur dalam memilih taktik dan seni administrasi terkadang jitu bagi kepentingan tim Mereka yang Menyatakan Ketidaksukaan terhadap Pep Guardiola secara Terang-terangan


Sikap jelek Guardiola pun diungkapkan eksklusif oleh mantan striker Barcelona kurun trend 2008-2009. Samuel Eto’o, ia memutuskan pindah ke Inter Milan alasannya yakni tak tahan dengan perilaku Guardiola. Inter dan Barcelona pun bertemu sebanyak empat kali di Liga Champions 2009-2010, Eto’o pun menyampaikan Guardiola menyalaminya tiap kali ada kamera yang menghampiri, namun enggan menyalami bila tak ada kamera.


Tak Tahan Dimainkan Bukan sebagai Posisi Aslinya


Keputusan instruktur dalam memilih taktik dan seni administrasi terkadang jitu bagi kepentingan tim Mereka yang Menyatakan Ketidaksukaan terhadap Pep Guardiola secara Terang-terangan


Penyerang berpaspor Swedia ini, mengaku bila semuanya berjalan baik-baik saja pada enam bulan awal. Setelah itu hubungannya dengan Guardiola tidak begitu nyaman. Posisi penyerang yang menjadi posisi aslinya dipindahkan sebagai sayap kiri yang menciptakan Ibrahimovich kesal. Guardiola melaksanakan hal itu demi mengakomodir Lionel Messi, hingga Ibrahimovich hanya bertahan satu trend saja di Barcelona.