Mereka Yang Menyatakan Ketidaksukaan Terhadap Pep Guardiola Secara Terang-Terangan

Posted by Ganas003 on 15.55

Keputusan instruktur dalam memilih taktik dan seni administrasi terkadang jitu bagi kepentingan tim, tetapi belum tentu berdampak baik untuk karier pemain. Banyak pemain yang harus rela duduk anggun di dingklik cadangan, alasannya yakni tak masuk dalam seni administrasi sang pelatih. Pep Guardiola merupakan salah satu instruktur tersukses, yang mulai melatih di tahun 2008 hingga sekarang, 23 trophy sudah dikoleksi oleh instruktur asal Spanyol.


Di jajaran pelatih, nama Pep Guardiola sudah diakui kehebatannya. Namun, ada beberapa pemain yang secara terang-terangan membenci dirinya alasannya yakni beberapa faktor yang membuatnya kehilangan daerah di tim utama. Bahkan secara terang-terangan beberapa pemain ini membencinya. Kira-kira siapa saja mereka, Bung?


Kaya Akan Taktik tapi Tak Handal dalam Berkomunikasi


Keputusan instruktur dalam memilih taktik dan seni administrasi terkadang jitu bagi kepentingan tim Mereka yang Menyatakan Ketidaksukaan terhadap Pep Guardiola secara Terang-terangan


Bek asal Brasil, Dante merupakan pemain andalan di Bayern Munchen sejak didatangkan pada bursa transfer trend panas 2012 dari Borrusia Moenchengladbach. Jupp Heynckes, yang ketika itu menjadi instruktur kepala mengakibatkan Dante pemain andalan sebelum ia digantikan oleh Guardiola.


Selama dua trend Guardiola melatih di tahun 2013 hingga 2015 Dante masih mendapat banyak berkelahi bersama Bayern. Tetapi bek satu ini menyampaikan bila Guardiola merupakan instruktur yang kaya taktik tapi tak handal dalam berkomunikasi.


Tak Dimaksimalkan Membuat Hleb Bertengkar


Keputusan instruktur dalam memilih taktik dan seni administrasi terkadang jitu bagi kepentingan tim Mereka yang Menyatakan Ketidaksukaan terhadap Pep Guardiola secara Terang-terangan


Di Arsenal, Alexander Hleb merupakan salah satu gelandang andalan. Tetapi ketika pindah ke Barcelona di tahun 2008, kekuatan Hleb tidak dimaksimalkan. Hal itu alasannya yakni Hleb tak suka dengan pendekatan seni administrasi yang dilakukan Guardiola, yang sangat mendewakan tiki-taka. Saran yang diberikan kepada Hleb untuk memainkan gaya permainan tiki-taka tidak disenanginya. Lantaran ritme permainan Hleb di Arsenal sangat gemar mendribel bola dalam waktu lama. Sehingga pertengkaran antara Hleb dan Guardiola tidak sanggup dihindari.


Dua Kali Dilatih Guardiola, Dua Kali Terdepak dari Skuat Utama


Keputusan instruktur dalam memilih taktik dan seni administrasi terkadang jitu bagi kepentingan tim Mereka yang Menyatakan Ketidaksukaan terhadap Pep Guardiola secara Terang-terangan


Ironis bagi pemain tengah bertalenta menyerupai Yaya Toure, kala memperkuat Barcelona di tahun 2008-2010 ia meninggalkan Catalunya alasannya yakni tak betah ditangani oleh instruktur menyerupai Guardiola. Membuatnya pindah ke Manchester City, ironisnya, ketika ia berniat menghindari Guardiola, di tahun 2016 Guardiola malah memperkuat Manchester City. Tak banyak berubah sehabis Guardiola pindah ke Manchester City, tugas Yaya Toure tetap tergerus dan ia pun memutuskan untuk meninggalkan Manchester City sebelum kontraknya habis.


Hanya Bersikap Manis di Depan Kamera


Keputusan instruktur dalam memilih taktik dan seni administrasi terkadang jitu bagi kepentingan tim Mereka yang Menyatakan Ketidaksukaan terhadap Pep Guardiola secara Terang-terangan


Sikap jelek Guardiola pun diungkapkan eksklusif oleh mantan striker Barcelona kurun trend 2008-2009. Samuel Eto’o, ia memutuskan pindah ke Inter Milan alasannya yakni tak tahan dengan perilaku Guardiola. Inter dan Barcelona pun bertemu sebanyak empat kali di Liga Champions 2009-2010, Eto’o pun menyampaikan Guardiola menyalaminya tiap kali ada kamera yang menghampiri, namun enggan menyalami bila tak ada kamera.


Tak Tahan Dimainkan Bukan sebagai Posisi Aslinya


Keputusan instruktur dalam memilih taktik dan seni administrasi terkadang jitu bagi kepentingan tim Mereka yang Menyatakan Ketidaksukaan terhadap Pep Guardiola secara Terang-terangan


Penyerang berpaspor Swedia ini, mengaku bila semuanya berjalan baik-baik saja pada enam bulan awal. Setelah itu hubungannya dengan Guardiola tidak begitu nyaman. Posisi penyerang yang menjadi posisi aslinya dipindahkan sebagai sayap kiri yang menciptakan Ibrahimovich kesal. Guardiola melaksanakan hal itu demi mengakomodir Lionel Messi, hingga Ibrahimovich hanya bertahan satu trend saja di Barcelona.