Terkadang Begal Kudu Dihadapi, Tak Melulu Harus Lari

Posted by Ganas003 on 16.55 in

Hidup dalam teror memang tak mengenakkan. Dalam suatu kondisi kita diharuskan waspada dan was-was. Seperti terperangkap dalam ketakutan yang tak tahu bagaimana cara menghilangkannya. Hal ini terjadi pada warga ibu kota lho, terutama dalam masalah teror begal kendaraan bermotor. Tak dipungkiri masalah yang terjadi soal pembegalan memang tak pernah hilang, yang ada timbul tenggelam. Apalagi bagi Bung yang memang mengakibatkan roda dua sebagai kendaraan utama untuk beraktivitas dan kerap pulang malam.


Semula berawal dari tempat Depok, kemudian teror begal ini menyebar hingga ke arah Bekasi hingga Tangerang. Menurut data Kombes Hengki Haryadi, sepanjang tahun 2017 kemudian terjadi pencurian kendaraan atau begal sebanyak 2.818 kasus, dan itu masuk di wilayah aturan Polres Jakarta Barat. Hasil tersebut belum digabungkan dengan beberapa wilayah lainnya.


Kewaspadaan memang penting dan harus Bung emban sebagai pengendara. Untuk menghdapi teror begal yang semakin begundal yang makin hari makin mengerikan, ada beberapa langkah yang sanggup Bung lakukan.


Bung Bisa Mulai dengan Mempersenjatai Diri


Hidup dalam teror memang tak mengenakkan Terkadang Begal Kudu Dihadapi, Tak Melulu Harus Lari


Beraktivitas di tempat rawan sudah tentu harus ada pemberian lebih yang dilakukan. Mempersenjatai diri sanggup menjadi opsi buat Bung untuk berjaga-jaga. Namun, bukan berarti Bung harus membawa pistol atau pisau. Lantaran harus ada perizinan lebih apabila Bung mempunyai senjata api. Saat razia pun Bung sanggup tertangkap lantaran kedapatan membawa senjata tajam. Oleh lantaran itu, Bung sanggup mempersenjatai diri dengan penyemprot merica atau alat kejut listrik, misalnya.


Pastikan Gawai Bung dalam Kondisi Menyala


Hidup dalam teror memang tak mengenakkan Terkadang Begal Kudu Dihadapi, Tak Melulu Harus Lari


Selain mempersenjatai diri, gawai yang Bung gunakan mempunyai fungsi penting kala menghadapi kondisi genting semacam ini. Apabila ada sesuatu yang mencurigakan menyerupai Bung diikuti oleh orang tak dikenal, Bung sanggup melaksanakan panggilan ke instansi yang terkait guna mencegah hal jelek terjadi kepada Bung. Atau meminta pemberian keluarga guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan mulai menghampiri.


Jangan Pulang Malam Sendirian, Carilah Teman Searah Agar Aman


Hidup dalam teror memang tak mengenakkan Terkadang Begal Kudu Dihadapi, Tak Melulu Harus Lari


Ketika Bung membawa motor sendiri, sanggup jadi Bung bakal menjadi mangsa bagi pembegal. Karena ada keleluasaan untuk merampas sebuah motor apabila Bung sendirian. Untuk itu Bung sanggup lakukan tindakan preventif dengan mengajak seorang teman atau pengendara lain untuk berjalan beriringan dikala lewat tempat rawan. Bung sanggup memanfaatkan akun media umum yang mengatakan perjalanan berkelompok searah pulang biar Bung sanggup pulang dengan lebih aman.


Jangan Praktis Percaya Akan Pesan Berantai yang Tersebar


Hidup dalam teror memang tak mengenakkan Terkadang Begal Kudu Dihadapi, Tak Melulu Harus Lari


Biasanya dalam suatu kejadian yang melibatkan masalah pembegalan. Bakal muncul pesan berantai wacana beberapa wilayah atau titik-titik rawan yang disebarkan tanpa sumber yang jelas. Kemudian merekomendasikan Bung untuk menentukan jalan alternatif yang lebih aman, tetapi Bung harus skeptis dengan hal-hal tersebar menyerupai itu. Bung harus meragukan bahwa pesan tersebut sanggup jadi disebarkan oleh kelompok begal untuk menciptakan mangsanya jatuh ke perangkapnya.


Relakan Saja Roda Dua daripada Nyawa Menghilang Sia-sia


Hidup dalam teror memang tak mengenakkan Terkadang Begal Kudu Dihadapi, Tak Melulu Harus Lari


Suatu keadaan yang menciptakan Bung tak mungkin sanggup melawan lantaran begal biasanya berkelompok. Sehingga tak memungkinkan untuk Bung berhadapan dengan lebih dari satu orang, ‘kan? Lebih baik relakan saja kendaraan yang Bung miliki. Ingat Bung, nyawa tak bakal sanggup dikembalikan apabila hilang, lantaran kawanan pembegal sanggup saja bertindak tanpa belas kasih untuk menghabisi nyawa mangsanya.