Di Pekan Pertama Asian Games, Indonesia Sudah Berhasil Mencetak Sejarah Baru

Posted by Ganas003 on 16.55 in ,

Perjuangan para atlet Indonesia di Asian Games 2018 cukup heroik dan mengharukan. Rentetan usaha keras yang dicurahkan menciptakan banyak orang meluapkan selamat meskipun ini gres lewat pekan pertama perhelatan, sebelum ditutup pada tanggal 2 September 2018. Pasalnya sejarah gres telah ditorehkan dengan melampaui rekor perolehan medali emas dalam sejarah partisipasi di pesta olahraga Asia.


Secara resmi Indonesia melewati rekor 11 medali emas yang dikoleksi para pendahulu ketika menjadi tuan rumah di tahun 1962. Sementara ini kontingen Indonesia berada di urutan keempat. Meskipun tak jadi juara umum menyerupai China, namun prestasi ini cukup bergengsi diantara negara Asia Tenggara lainnya.


Perjuangan kolam Pahlawan Tak Selalu Berakhir Kaprikornus Medali Emas yang Berkesan


Perjuangan para atlet Indonesia di Asian Games  Di Pekan Pertama Asian Games, Indonesia Sudah Berhasil Mencetak Sejarah Baru


Medali emas memang menjadi sasaran utama dan layak disebut juara. Tetapi, usaha menyerupai pahlawan juga ditumjukkan mereka (dibaca: atlet) yang berjuang mati-matian demi nama Indonesia. Sebut saja sprinter yang beberapa waktu kemudian menggemparkan dunia atletik junior, Lalu Muhammad Zohri.


Meskipun emas tak diraih dalam final 100 meter putra karena menempati urutan ke-7. Namun di usia 18 tahun ia menjadi yang termuda dalam cabang olahraga tersebut. Perlu ditegaskan, masuknya Zohri ke babak final bukan karena Indonesia menjadi tuan rumah, namun ia bisa melewati tahap kualifikasi dengan menjadi yang tercepat.


Pujian dan semangat diberikan dari Joko Widodo selaku Presiden Indonesia hingga rakyat Indonesia, kepada Anthony Ginting, kram kronis yang dialami pebulutangkis tersebut tak memupus semangatnya untuk bertanding. Di set ketiga, cedera otot hingga membuatnya tak bisa berlari. Namun ia terus berjuang sampai-sampai Shi Yuqi, yang jadi lawannya tidak tampil all out ketika ia cedera. Hingga risikonya ia tidak berpengaruh lagi untuk menuntaskan pertandingan.


Olahraga Bisa Mempertemukan Lawan Kaprikornus Kawan


Perjuangan para atlet Indonesia di Asian Games  Di Pekan Pertama Asian Games, Indonesia Sudah Berhasil Mencetak Sejarah Baru


Momen bersejarah lainnya terjadi ketika pembukaan. Dunia jadi saksi ketika kontingen Korea Selatan dan Korea Utara berparade saling gandeng tangan dalam satu kontingen. Sampai menggunakan bendera unifikasi, mengatakan rekonsiliasi kedua negara yang sempat perang cuek ini.


Olahraga lebih dari sekedar kompetisi, namun makna solidaritas, persahabatan, dan sportivitas pun telah dicontohkan. Seperti Korea Selatan dan Korea Utara. Apalagi ini pertama kalinya dua negara menggunakan bendera unifikasi dan jadi sejarah gres Asian Games.


Tiada Hari Tanpa Perolehan Medali!


Perjuangan para atlet Indonesia di Asian Games  Di Pekan Pertama Asian Games, Indonesia Sudah Berhasil Mencetak Sejarah Baru


Setiap atlet memperjuangkan nama besar Indonesia, memperoleh medali perunggu maupun perak sangat berharga bagi kontingen Indonesia. Meskipun emas, dipandang sebagai value tertinggi dalam dunia keolahragaan. Selang sehari sesudah pembukaan Bung, tiada hari tanpa pemberitaan soal medali emas yang ditorehkan atlet Indonesia.


Mulai dari Defia Rosmaniar yang mempersembahkan emas pertama Indonesia dari nomor individual takwondo poomase putri. Sampai yang terakhir Jonatan Christie pada nomor tunggal putra. Jonatan Christie berhasil mengalahkan pemain peringkat enam dunia Chou Tien Chen asal Cina Taipei.


Asa untuk Menambah Medali Emas Masih Ada di Depan Mata


Perjuangan para atlet Indonesia di Asian Games  Di Pekan Pertama Asian Games, Indonesia Sudah Berhasil Mencetak Sejarah Baru


Emas kontingen Indonesia dipastikan tidak stop hingga ke-23 saja. Pada cabor badminton, Indonesia sudah dipastikan akan mendapat satu medali emas, karena terjadi duel all Indonesian final pada nomor ganda putera. Kevin Sanjaya/Marcus Gideon akan berjumpa rekannya Rian Ardianto/Fajar Alfian. Finalis lainya ada di cabang voli pantai putra Indonesia Ade Candra Rachmawan/Mohammad Ashfiya yang bakal menjamu Qatar.


Bukan Berkat Tuan Rumah, tapi Perjuangan Indonesia Memang Sedang Mencapai Puncaknya


Perjuangan para atlet Indonesia di Asian Games  Di Pekan Pertama Asian Games, Indonesia Sudah Berhasil Mencetak Sejarah Baru


Apakah karena faktor tuan rumah sehingga Indonesia mendapat keuntungan? Tidak Bung, di sangkar sendiri siapa pun ingin tampil maksimal dan tidak ingin mengecewakan. Pembinaan atlet pun sudah dilakukan dengan banyak penggemblengan supaya sanggup menjadi ‘petarung’ di setiap cabang olahraga.


Buktinya beberapa emas yang diraih yaitu dari cabang olahraga yang terukur. Dimana sistem evaluasi sangat objektif menyerupai sepeda downhill, angkat besi, dayung, paralayang, panjat tebing, tenis, karate kumite, dan jetski. Olahraga tersebut sangat transparan, siapa yang tercepat, terkuat, dan tertinggi yaitu pemenangnya.


Contohnya saja Eko Yuli yang meraih emas dalam cabang olahraga angkat besi nomor clean and jerk. Ia bisa menjadi jawara karena bisa mengangkat beban 170 kg dan menang, karena tidak ada lawan lain yang bisa mengangkat beban seberat itu. Kaprikornus tak ada efek status tuan rumah terhadap prestasi Indonesia.