Uang Bonus Bambang Hartanto Diserahkan Pada Bridge Indonesia Untuk Pembinaan

Pemberian bonus yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada atlet berprestasi, diberikan dalam waktu yang cepat. Sesuai janjinya, bahwa bonus harus diberikan sebelum keringat para atlet mengering selepas berjuang. Salah satu atlet bridge, dan juga menjadi atlet terkaya di Asian Games, Bambang Hartono, memperoleh perunggu di Asian Games 2018. Alhasil Bambang pun mendapatkan bonus dari presiden.


“Kita akan mengusahakan biar untuk training Bridge kelanjutannya. Kaprikornus dibalikin ke bridge lagi. Seluruhnya,” kata Bambang ketika ditemui usai mendapatkan bonus dari Jokowi di Istana Negara, Jakarta.


Atlet perorangan peraih medali perunggu mendapatkan bonus sebesar Rp 250 juta. Dari hasil ini Bambang pun ingin Bridge berkembang di Indonesia, dan tak dipandang sebagai olaharaga judi belaka yang selalu menjadi stigma di masyarakat. Selain itu, soal bonus yang cepat cair Bambang pun mengaku senang.


“Luar biasa. Apresiasi dari pemerintah dan pemberiannya sangat cantik sekali, alasannya yakni eksklusif apresiasi itu, tidak perlu atlet itu kembali lagi ke Jakarta untuk terima hadiah lagi. Kaprikornus ini sangat efisien. Bagus sekali,” kata pemilik perusahaan rokok Djarum itu.


Bambang Hartono berada di posisi 75 sebagai orang terkaya di dunia. Dikutip dari laman Forbes pada Maret lalu, total kekayaan Bambang Hartono mencapai USD 16,8 miliar. Sekarang total kekayaan Bambang berkurang di angka USD 11,4 miliar per 11 Agustus 2018.


Program Ok Oce Yang Sedang Tidak Ok

Sebelum beranjak naik menjadi calon wakil presiden di Pemilu 2019 bersama Prabowo Subianto, Sandiaga Uno selalu menyuarakan kegiatan kampanye anyar yang dibuatnya yakni OK OCE. Program tersebut dari kacamata Sandiaga dirasa sanggup menjaring pengusaha kecil. Secara struktur OK OCE Mart yang merupakan pecahan dari kegiatan ini akan terintegrasi dengan para pelaku perjuangan mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


“OK OCE Mart yaitu pecahan dari integrasi kolaborasi dengan toko-toko kecil dan para UMKM,” ujar Sandiaga seusai debat Pilkada DKI di Hotel Bidakara, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Rabu (12/4/2017)


OK OCE sendiri yaitu akronim dari One Kecamatan One Center of Entrepreneurship, salah satu kegiatan besar lengan berkuasa yang digalang pada masa kampanye guna menyejahterakan masyarakat kecil dengan membangun struktur ekonominya sendiri. Setelah tak lagi menjadi Wakil Gubernur DKI, bagaimana nasib dari kegiatan besar lengan berkuasa yang digalang Sandiaga Uno ini?


Fakta di lapangan OK OCE Mart ada yang tutup, Sandiaga pun tak menampik dengan munculnya OK OCE Mart yang ditutup tersebut. Menurutnya hal ini dikarenakan omset yang turun.


“Ada OK OCE Mart yang sanggup terus berjalan, ada yang harus ditutup sebab omsetnya turun secara drastis dan pengelolaannya belum sanggup menghadirkan satu terobosan untuk omset mereka,” ucap Sandiaga.


Sandiaga pun menjelaskan jika kegiatan anyarnya tersebut tidak dipakai untuk menawarkan modal. Pemodalan bagi penerima OK OCE akan dikerjasamakan dengan forum keuangan terakait. Karena dari awal Pemprov DKI hanya menawarkan fasilitas.


“Kita akan memfasilitasi (permodalan) dengan bekerja sama dengan forum pembiayaan, perbankan, forum keuangan mikro, forum keuangan syariah, yang memang berkompetensi untuk menawarkan proteksi permodalan,” terang Sandiaga dikutip dari detik.


Penutupan beberapa OK OCE Mart dikatakan Sandi sebagai siklus yang masuk akal kala berbisnis. Ada yang untung, ada yang rugi. Ada yang jalan terus, ada yang gulung tikar. Dan di sisi lain, ia tetap berupaya biar kegiatan tersebut berjalan baik.


Jadikan Hasrat Berinvestasi Semenjak Dini Guna Pendongkrak Semangat Dalam Bung Cari Rezeki

Rasa jenuh dalam bekerja niscaya ditemui setiap orang, Bung. Penatnya rutinitas dan kegiatan yang Bung jalani terkadang menciptakan Bung merasa bosan. Meski begitu, peliknya kondisi yang Bung hadapi, sebisa mungkin tak boleh mempengaruhi Bung dalam berkarir.


Membangun karier butuh usaha yang panjang, tak heran jikalau setiap orang niscaya pernah dilanda bosan menjalani hal yang menurutnya sangat tidak konstan itu. Terutama antara kehidupan dan pekerjaan, lebih banyak waktu buat bekerja. Sementara sisi kehidupan, ibarat traveling, nongkrong, hingga berpacaran, tak sanggup didapatkan secara nikmat. Karena tiap menit ada saja gangguan berbau pekerjaan.


Untuk meningkatkan rasa semangat dalam membangun karir dan mencari rezeki, yang Bung mesti lakukan ialah mempengaruhi diri, dan tanyakan kepada diri sendiri apa tujuan Bung dalam hidup. Bung harus mempunyai tujuan jangka pendek dan panjang. Sayangnya, banyak dari calon kepala keluarga yang suka luput perhatian pada apa yang dikerjakan sekarang, padahal hal itu sanggup menghambatnya dalam berkarir.


Lama Terperangkap pada Zona Nyaman


Rasa jenuh dalam bekerja niscaya ditemui setiap orang Jadikan Hasrat Berinvestasi Sejak Dini guna Pendongkrak Semangat dalam Bung Cari Rezeki


Menggali apa yang menjadi potensi di dalam diri sangatlah penting. Bisa saja bergotong-royong Bung sanggup melaksanakan pekerjaan di bidang lain, tapi Bung terlalu takut untuk mengambil resiko tersebut. Karena Bung sudah berada dalam waktu yang usang pada bidang yang Bung kerjakan kini dan sudah nyaman. Sikap yang ibarat itu sanggup menghambat kariermu Bung. Apalagi sebelum Bung menginjak usia 30 tahun, jangan ragu untuk mencoba role gres yang bisa menjadi langkah awal untuk keluar dari zona nyaman.


Kerap Membuang-buang Waktu Membuat Bung Bisa Terpuruk Suatu Waktu


Rasa jenuh dalam bekerja niscaya ditemui setiap orang Jadikan Hasrat Berinvestasi Sejak Dini guna Pendongkrak Semangat dalam Bung Cari Rezeki


Waktu itu tidak pernah kembali, sekali Bung sia-siakan ia akan menghilang dari hidupmu. Bung niscaya ingin meraih kesuksesan di usia muda. Untuk itu jangan pernah membuang-buang waktu dan menganggap enteng pekerjaan. Saat Bung menunda untuk menuntaskan pekerjaan kemudian ditumpuk menjadi satu akan menciptakan Bung mengalami stres. Selain itu, jalani hal yang memang punya potensi, jangan hingga Bung tertutup akan obsesi. Karena obsesi akan membutakan mata terhadap peluang yang ada. Ingat Bung jangan obsesif!


Hidup Mengalir bagai Air, tetapi Tak Punya Target dalam Karir


Rasa jenuh dalam bekerja niscaya ditemui setiap orang Jadikan Hasrat Berinvestasi Sejak Dini guna Pendongkrak Semangat dalam Bung Cari Rezeki


Untuk bersemangat mencari rezeki Bung harus mempunyai sasaran dalam berkarir. Ini akan menciptakan Bung sanggup sukses di usia muda. Semisal Bung menciptakan daftar apa saja yang Bung butuhkan dalam jangka waktu satu tahun hingga lima tahun kedepan, sehingga Bung sanggup meraih apa yang ingin dicapai.


Ingat! jangan jadikan sasaran sebagai goal tetapi sebagai journey. Bung anggap karir ini sebagai perjalanan, sehingga buatlah daftar angan-angan sebanyak mungkin biar Bung selalu termotivasi mencari rezeki.


Tak Pernah  Menyiapkan Skenario Terburuk kala Merancanakan Karier


Rasa jenuh dalam bekerja niscaya ditemui setiap orang Jadikan Hasrat Berinvestasi Sejak Dini guna Pendongkrak Semangat dalam Bung Cari Rezeki


Rezeki sudah ada yang mengatur, begitu pula dengan alurnya. Bung yang kini merasa telah matang dalam karier dan tinggal tunggu waktu hingga menjadi yang berhasil, jangan anggap tak ada penghalangnya, Bung. Karena sanggup saja tiba-tiba ada hal yang menghalangi dirimu dan sanggup memperlambat jalur kesuksesan. Selalu siapkan skenario terburuk, dan mempunyai plan B adalah hal yang harus kau siapkan.


Luput Perhatian untuk Berinvestasi, padahal Itu Modal Penting Sejak Dini


Rasa jenuh dalam bekerja niscaya ditemui setiap orang Jadikan Hasrat Berinvestasi Sejak Dini guna Pendongkrak Semangat dalam Bung Cari Rezeki


Investasi bergotong-royong menabung dalam jangka panjang. Namun, investasi lebih menguntungkan alasannya ada suatu barang atau wujud yang dibeli dan sanggup bernilai apabila dijual nanti. Misalnya emas. Nah, bagi sebagian pria investasi kerap luput dari pehatiannya, padahal itu sangat penting dan sanggup menjadi pendongkrak semangat dalam mencari rezeki. Kalau Bung berilmu mengelola keuangan dan investasi, bukan tak mungkin pada usia 30 Bung telah berjumpa dengan kesuksesan.